Event DEP

DEP CSR UNTUK BEASISWA CENDEKIA BAZNAS 2025: Wujud Kepedulian terhadap Pendidikan Anak Bangsa

Sebagai perusahaan yang terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat luas, PT Duta Elok Persada kembali mengadakan kegiatan CSR (corporate social responsibility) melalui program DEP For Indonesia.

 

DEP For Indonesia pada tahun ini diselenggarakan pada tanggal 11 Maret 2025 dan dilaksanakan dengan menyerahkan donasi sebesar Rp 25.000.000,- untuk Beasiswa Cendekia BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional).

 

Donasi ini diserahkan oleh Direksi PT Duta Elok Persada dan diterima langsung oleh Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Bapak Faisal Qosim, Lc., CFRM, di Kantor Pusat BAZNAS, Jakarta Timur. "Kiranya apa yang kami berikan ini mudah-mudahan bisa berkelanjutan untuk tahun-tahun selanjutnya dan mudah-mudahan bisa diterima dan bermanfaat bagi penerimanya dan juga seluruh masyarakat. Aksi sosial ini sekiranya juga bisa menginspirasi lebih banyak orang lagi, terutama kami ingin menyampaikan bahwa apa yang kami lakukan di bisnis PT Duta Elok Persada tujuannya adalah ibadah dan juga bukan semata-mata untuk tabungan kami di dunia tapi juga akhirat." kata Ibu Diana Rigg Roberta, selaku Education and Business Development DIrector PT Duta Elok Persada.

 

Beasiswa Cendekia BAZNAS adalah program beasiswa tahunan untuk mahasiswa dan santri, yang meliputi beasiswa dalam negeri, beasiswa ke luar negeri, dan beasiswa untuk sekolah unggulan, dengan tujuan meningkatkan kualitas SDM mustahik.

 

"Perusahaan-perusahaan yang punya andil dalam hal program sosial, baik itu bersumber dari dana infaq, donasi dan lain sebagainya, memiliki nilai lebih. Perusahaan tersebut punya nilai keberkahan yang Allah berikan dalam bentuk usaha dan bisnis itu sendiri." ungkap Bapak Faisal Qosim.

 

Selain itu, Ibu Elizabeth Suryadinata, selaku Operational Director PT Duta Elok Persada, menambahkan bahwa pemberian donasi untuk beasiswa ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang diperlukan oleh para mahasiswa yang memiliki potensi akademik tetapi terbatas oleh masalah finansial untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sehingga mereka pada akhirnya dapat berkontribusi positif terhadap agama dan negara, baik melalui pendidikan yang mereka terima maupun melalui peran aktif dalam masyarakat.